Siap-siap! Museum MACAN Akan Buka Kembali, Simak Jadwalnya

Kabar baik bagi para pencinta seni di Jakarta dan sekitarnya yang sudah tak sabar lagi berkunjung ke Museum MACAN. Museum yang populer di kalangan milenial ini sudah menyiapkan beberapa program pameran daring maupun luring yang diadakan mulai Januari 2021 dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi Covid-19.

“Saya yakin program yang solid dan perhatian penuh terhadap keselamatan pengunjung ini akan memungkinkan para penikmat seni dari seluruh Indonesia dan sekitarnya untuk menikmati karya seni secara aman namun tetap menyenangkan,” kata Fenessa Adikoesoemo, Chairwoman Museum MACAN Foundation, dalam siaran pers yang diterima Getlost.id, Senin (14/12/2020).

Berikut beberapa pameran yang akan hadir di Museum MACAN mulai Januari 2021.

1. Stories Across Rising Lands
23 Januari – 22 Mei 2021

Dikomisi oleh KONNECT ASEAN dan didukung oleh ASEAN-Republic of Korea Cooperation Fund (AKCF), pameran seni kontemporer ini mengangkat tema tentang perilaku dan narasi sehari-hari yang turut membentuk koneksi sosial dan budaya terhadap suatu tempat. Selain itu, “Stories Across Rising Lands” juga merefleksikan keragaman dan penyebaran geografis di wilayah Asia Tenggara.

“The Knit” oleh Kawita Vatanajyankur (Foto: Dok. Soopakorn Srisakul/Singhanart Nakpongphun)

Pameran ini akan dikurasi langsung oleh kurator Museum MACAN Asep Topan dan kurator Korea yang berbasis di Jakarta, Jeong Ok Jeo. Adapun perupa yang akan berpartisipasi dalam pameran ini antara lain Cian Dayrit (Filipina), Ho Rui An (Singapura), Kawita Vatanajyankur (Thailand), Saleh Husein (Indonesia), Lim Kok Yoong (Malaysia), Souliya Phoumivong (Laos), Maharani Mancanagara (Indonesia), Nge Lay (Myanmar), serta kolaborasi antara Tan Vatey dan Sinta Wibowo (Kamboja/Belgia).

2. Semesta dan Angan
23 Januari – 25 Juli 2021

Museum MACAN menyeleksi beberapa karya penting dari koleksinya yang menyoroti cara-cara unik perupa dalam menanggapi realita di sekitar mereka dan mengeksplorasi visi masa depan mereka. “Semesta dan Angan” adalah pameran yang relevan dalam konteks pergolakan yang sedang berlangsung akibat pandemi COVID-19.

Seniman Keith Haring melukis tubuh Grace Jones pada 1986 di lokasi syuting film “Vamp” (Foto: Dok. Robert Mapplethorpe)

Adapun karya-karya yang ditampilkan antara lain instalasi seni “Multiverses and Futures” dari perupa Denmark-Islandia Olafur Eliasson, “Portrait of Grace Jones” (1986) karya Keith Haring, serta karya pilihan lain dari Sigmar Polke, Barbara Kruger, Zai Kuning, Tisna Sanjaya, dan Bandu Darmawan.

3. Kisah Antah-berantah (Tales of Nowhere)
15 Desember 2020 – 22 Mei 2021

Foto: Dok. Museum MACAN

Sudah tak sabar menunggu hingga Januari? Jangan khawatir, karena mulai hari ini pun kamu dapat menikmati pameran bertajuk “Kisah Antah-berantah” dari perupa Citra Sasmita melalui situs resmi Museum MACAN. Sesuai nama pamerannya, Citra Sasmita akan menuangkan imajinasinya tentang sebuah kerajaan hewan dalam karyanya.

4. Why Let the Chicken Run?
23 Januari – 22 Mei 2021

Foto: Dok. Museum Macan

Museum MACAN akan membuka kembali pameran “Why Let the Chicken Run?” karya Melati Suryodarmo yang sempat terhenti karena pandemi di awal 2020 lalu. Mulai 23 Januari, penikmat seni dapat menyaksikan kembali karyanya hingga Mei 2021 secara langsung dengan kuota pengunjung yang terbatas.

5. Warna dalam Gua (Color in Cave)
23 Januari – 28 Maret 2021

Foto: Dok. Museum Macan

Pameran ini juga batal digelar karena pandemi, dan akhirnya hadir Januari mendatang di Ruang Seni Anak Komisi UOB. Melalui pameran ini, penikmat seni dapat menikmati instalasi karya perupa asal Thailand, Mit Jai Iin, yang mengeksplorasi ide-ide tentang rumah dan awal kehidupan.

Bila tertarik mengunjungi Museum MACAM, kamu wajib membeli tiketnya terlebih dahulu di situs resmi Museum MACAN atau mitra tiket daring. Tiket hanya tersedia secara online dengan maksimal 100 tiket di tiap sesi. Kamu dapat memilih salah satu dari empat slot waktu yang tersedia, dan saat berada di lokasi, wajib mematuhi protokol kesehatan.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here