Camping di Bukit Pengilon, Pemandangannya Mirip Padang Rumput di Selandia Baru

Camping tak harus selalu di gunung, bisa juga dekat pantai di atas lahan berumput luas yang sekilas terlihat seperti di Selandia Baru. Namanya Bukit Pengilon, bukit hijau yang berada di kaki Gunung Api Purba, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Sedikit terasing dari keramaian, Bukit Pengilon memiliki lanskap unik karena berada di antara Pantai Siung dan Wediombo. Langsung menghadap Samudra Hindia yang tak bertepi, Bukit Pengilon juga strategis untuk menyaksikan keindahan Pantai Wediombo, Pantai Watu Lumbung, Pantai Banyu Nibo, dan Pantai Siung dari ketinggian.

Dua Rute Menuju Pengilon

Bukit ini dinamai “Pengilon” (berarti cermin) karena konon di sini terdapat batu yang menyerupai cermin. Jika diamati, memang area sekitar bukit terdapat bebatuan besar, tapi tak ada yang mengetahui pasti mana batu serupa cermin yang dimaksud.

Foto: Dok. Google Maps/Rizka Cynthia2

Bukit Pengilon berlokasi di Dusun Ngelo, Desa Balong, Kecamatan Girisubo. Untuk mengakses Bukti Pengilon terdapat dua rute. Pertama, kamu bisa lewat Pantai Wediombo, yang dapat ditempuh dengan berkendara dari Yogyakarta melalui Jalan Wonosari sekitar dua jam perjalanan.

Tiba di Pantai Wediombo, pilihlah jalan yang mengarah ke Pantai Watu Lumbung, atau bisa meminta petugas untuk mengarahkan. Sampai di lokasi, kamu dapat memarkirkan kendaraan dan mendaki ke Bukit Pengilon.

Rute kedua melalui Pantai Siung, yang juga akan melalui Jalan Wonosari, kemudian menuju daerah Tepus dan Purwodadi. Tiba di Pantai Siung, kendaraan dapat diparkir di sini, kemudian dilanjutkan dengan trekking ke Bukit Pengilon.

Rute trekking akan menyusuri perbukitan pinggir pantai, yang tak hanya menampilkan panorama pesisir yang indah, lahan sawah, dan perkebunan, namun juga mendebarkan dilalui.

Foto: Instagram @yudie_chazchuz_

Jalur setapak yang dilewati cukup sempit dengan trek berbatu dan tanah. Perhatikan langkah selagi melewati pinggiran bukit yang terjal, walau pada beberapa bagian dibatasi pagar bambu. Dibutuhkan waktu sekitar 40 hingga 60 menit pendakian untuk mencapai Bukit Pelingon, namun kamu tak perlu buru-buru selagi dapat menikmati pemandangan.

Cantik Sejauh Mata Memandang

Berkemah di Bukit Pelingon berarti akan menemukan kedamaian dan keindahan bersamaan. Walau terkesan tersembunyi, bukit ini menyimpan panorama cantik sejauh mata memandang. Rerumputan hijau, serta langit dan lautan biru, begitu menyegarkan pandangan.

Area berkemah di Bukit Pengilon cukup luas, namun disarankan untuk memilih lokasi strategis di mana posisi matahari terbit muncul pertama kali. Ya, Bukit Pengilon dikenal dengan matahari terbitnya yang memukau. Saat malam berganti, langit di atas Pengilon dihiasi bintang. Pastikan membawa kamera untuk menangkap momen milky way di sini.

Air Terjun Banyu Tibo

Setelah mendirikan tenda, kitari sekitar bukit yang tampak permai, sekaligus mencari spot foto yang Instagenik. Dekat Bukit Pengilon dapat terlihat Air Terjun Banyu Tibo yang mengalir di dinding tebing.

Selain berkemah, beberapa pengunjung menjadikan Bukit Pengilon sebagai tempat memancing. Biasanya mereka memancing dekat kaki bukit, tapi jalur yang dituruni cukup curam. Kamu harus membawa sendiri peralatan memancing jika tertarik mencoba peruntungan di sini.

Panduan Berkemah di Bukit Pengilon

  • Waktu terbaik untuk berkemah di awal atau akhir musim hujan, saat padang rumput berwarna hijau cerah. Jika berkunjung di musim kemarau, selain udara panas yang terasa menyengat, lahan rumput berubah menjadi kuning kecokelatan.
  • Bawa keperluan berkemah dan tenda sendiri, termasuk perbekalan.
  • Tidak ada fasilitas toilet yang memadai, bisa menggunakan toilet yang ada di pantai.
  • Untuk berkemah di Bukit Pengilon tidak dikenakan biaya. Pengunjung cukup membayar tiket masuk Pantai Siung atau Wediombo Rp5.000 per orang. Saat trekking menuju Bukit Pengilon, pengunjung akan melewati tiga pos retribusi, di mana masing-masing pos dikenai tarif Rp2.000 per orang.
  • Selama berkemah, kendaraan dapat diparkir di area pantai dengan tarif Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk motor. Di luar tarif parkir, tambahkan biaya penitipan kendaraan kepada petugas parkir sekitar Rp30.000 hingga Rp50.000.

Teks: Priscilla Picauly | Editor: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here