Ke Banyuwangi, Jangan Lewatkan 5 Aktivitas Seru Ini

Berjuluk The Sunrise of Java – karena memang di Jawa, matahari terbit paling awal di Banyuwangi karena letaknya di ujung timur – kota ini menawarkan berbagai pesona alam yang menakjubkan, seperti Taman Nasional Baluran, Kawah Ijen, Sukamade di Taman Nasional Meru Betiri, dan Taman Nasional Alas Purwo. Aksesnya pun mudah karena Banyuwangi terhubung dengan feri selama 24 jam dari Bali, selain banyaknya rute kereta atau bus dari Surabaya dan Malang.

Saat berada di Banyuwangi, jangan lewatkan lima kegiatan seru ini.

  • Safari di Taman Nasional Baluran

Datanglah ke Taman Nasional Baluran ketika sedang musim hujan pada November hingga April, ketika air melimpah, sehingga penghuni taman nasional ini, seperti banteng dan kerbau liar, terlihat aktif berkeliaran mencari makan di sabana yang menguning seluas 300 hektar di daerah Bekol. Karena pilihan akomodasi di Baluran masih terbatas, kebanyakan pengunjung hanya day trip dan menginap di Banyuwangi. Bila ingin menikmati matahari terbit, pengunjung harus menginap karena gerbang baru dibuka pukul 06:00.

  • Bertemu langsung dengan penduduk suku asli Banyuwangi

Osing adalah suku asli Banyuwangi dan untuk melestarikan budaya, warga setempat membuat desa wisata di Kemiren, Kecamatan Glagah yang tak jauh dari pusat kota. Rumah adat dan berbagai kesenian suku Osing dapat disaksikan di sini.

Suku Osing adalah penduduk asli Blambangan, di mana kata “sing” dalam bahasa setempat berarti “tidak”. Hal ini karena masyarakat Blambangan menolak bekerja sama ketika VOC mendatangkan pekerja dari Jawa Tengah dan Madura, sehingga mereka mengucilkan diri di pegunungan.

Masyarakat Osing mendiami Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang dengan ciri pemukiman yang tidak menghadap jalan raya karena mereka banyak dilanda ketakutan, terutama pasca-kekalahan laskar Blambangan pada Perang Puputan Bayu.

  • Trekking di Gunung Ijen

Merupakan danau kawah terbesar di Jawa pada ketinggian 2.443 meter, untuk menuju puncak gunung ini tersedia dua opsi, yaitu menginap di Banyuwangi dan berangkat dini hari untuk trekking ke puncak, atau berkemah di lereng Gunung Ijen.

Sebelum matahari terbit biasanya ditawarkan opsi untuk melihat Blue Fire, sebuah fenomena penguapan belerang, di mana gas yang keluar dari tanah bila bertemu oksigen akan tampak seperti api biru. Hal paling menarik dari perjalanan ke Ijen adalah pertemuan dengan para penambang belerang yang memanggul beban hingga 80 kilogram turun-naik gunung.

  • Bersantai di Pantai Pulau Merah

Pantai Pulau Merah di selatan Banyuwangi ini dinamakan demikian karena terdapatnya sebuah pulau kecil di seberang pantai yang pasirnya berwarna kemerahan. Pengunjung baru dapat menginjakkan kaki di Pulau Merah yang berjarak 100 meter dari bibir pantai ketika air surut.

Karena perairan di sekitar pantai memiliki ketinggian gelombang hingga lima meter, maka tempat ini pun menarik bagi para peselancar. Berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, pantai ini berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat kota Banyuwangi.

  • Berjumpa Penyu di Taman Nasional Meru Betiri

Letaknya yang terpencil merupakan tempat bagi empat spesies penyu bertelur setiap malam, selain merupakan rumah bagi spesies harimau Jawa yang masih tersisa. Dari Banyuwangi, perjalanan ke Meru Betiri dapat ditempuh selama kurang lebih lima jam melalui Jajag. Karena medannya melalui jalan pegunungan yang curam dan beberapa kali menyeberang sungai, perlu menyewa jip yang memiliki fitur four-wheel-drive.

Banyak turis menuju Pantai Sukamade yang terletak sekitar 80 kilometer di selatan Banyuwangi dengan mampir di Teluk Hijau, sebuah teluk tersembunyi yang airnya hijau tenang melewati desa-desa kecil, seperti desa penghasil gula aren secara tradisional bernama Jambe Pesanggrahan.

Sukamade sendiri adalah pesisir yang dikelilingi hutan yang masih terjaga. Birdwatching di sini dapat dilakukan antara pukul 05:30 dan 08:00 atau menjelang matahari terbenam antara pukul 16:00 dan 17:00. Di malam hari, ikutlah bersama ranger taman nasional untuk melihat penyu bertelur. Karena perjalanan jauh, disarankan untuk menginap di guest house di Pantai Sukamade.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here