Pascapandemi, Singapura Jadi Tujuan Wisata Internasional Utama untuk Traveler Indonesia

Menurut sebuah studi global terbaru, Singapura menempati posisi teratas dalam daftar tujuan perjalanan pascapandemi bagi orang Indonesia, Thailand, Filipina, Hong Kong, dan India.

Permintaan perjalanan pun tinggi di lima negara tersebut, dengan orang India adalah yang paling ingin bepergian ke luar negeri dalam 12 bulan ke depan (77 persen), diikuti oleh Thailand (70 persen), Indonesia (60 persen), Hong Kong (47 persen), dan Filipina (46 persen).

Dilakukan bersama oleh lembaga penelitian sosial Blackbox Research, penyedia data Dynata, dan mitra bahasa Language Connect, studi bertajuk Unravel Travel: Fear & Possibilities in a Post Coronavirus (Covid-19) World ini meneliti pandangan, preferensi, dan ekspektasi lebih dari 10.000 orang di 17 negara terkait perjalanan di dunia pasca-Covid-19.

Studi ini tak hanya mengungkapkan daftar tujuan utama orang Indonesia untuk perjalanan pascapandemi, namun juga kepercayaan diri warganya dalam hal pembukaan kembali sektor pariwisata, dengan  71 persen orang Indonesia mengatakan negara mereka siap menerima kembali wisatawan.

“Studi kami memperkuat fakta bahwa pariwisata internasional adalah pilar penting bagi perekonomian Indonesia. Sebagian besar operator tur siap untuk memulai kembali pariwisata, dengan penerapan protokol keselamatan dan kebersihan yang ketat,” kata Saurabh Sardana, COO of Blackbox Research.

Pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terpukul oleh pandemi Covid-19 karena orang-orang mesti tinggal di rumah dan membatasi perjalanan untuk menghindari tertular virus corona. Pandemi sejauh ini telah merenggut sekitar 85 triliun rupiah dari pendapatan pariwisata Indonesia sepanjang tahun ini, menurut data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Optimisme masyarakat Indonesia terkait perjalanan pascapandemi juga membuat mereka memiliki pandangan yang baik tentang pembukaan tempat-tempat wisata utama, seperti Bali yang baru-baru ini membuka kembali perbatasannya untuk wisatawan domestik dan akan menyambut wisatawan internasional mulai 11 September.

Saat Bali dibuka kembali untuk wisatawan domestik pada akhir Juli, diperkirakan 4.000 penumpang dilaporkan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Otoritas Bandara Wilayah IV Puguh Lukito mengatakan, bandara tersebut melayani 28 kali take off dan 28 pendaratan pada hari itu.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia berharap pemerintah meningkatkan upaya promosinya untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan, karena mereka memahami pentingnya pariwisata bagi perekonomian negara secara keseluruhan. Menurut survei, 96 persen responden Indonesia menganggap pariwisata sebagai kontributor penting bagi perekonomian lokal.

Namun, meski minat untuk memulai kembali pariwisata terbilang tinggi, Indonesia dapat menghadapi tantangan dalam mendapatkan kembali kepercayaan wisatawan, mengingat jumlah kasus positif Covid-19 yang dilaporkan di negara tersebut merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.

“Pemerintah Indonesia perlu memainkan peran kunci dalam meyakinkan wisatawan dari seluruh dunia bahwa aman untuk bepergian ke berbagai destinasi wisata utama di negara tersebut,” kata Sardana.

Per Minggu (9/8/2020), Indonesia melaporkan 1.893 kasus baru virus corona. Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia adalah 125.396, dengan total pasien sembuh 80.952 orang dan total pasien meninggal 5.723 orang.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here