Liburan ke Bandung, Yuk Main Angklung di Saung Angklung Udjo!

0
421

Liburan sambil mengenal budaya tradisional suatu daerah, mengapa tidak? Apalagi jika wisata edukasi ini dibalut dengan cara yang unik dan menarik sehingga tetap menghibur. Salah satu tempat wisata yang sukses menggabungkan hiburan dan edukasi ini adalah Saung Angklung Udjo. Di tempat ini, para wisatawan diajak untuk lebih mengenal alat musik angklung dengan cara yang menyenangkan.

Angklung sendiri merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari pipa-pipa bambu yang dipotong hingga menyerupai pipa organ. Pipa bambu ini kemudian diikat dalam suatu bingkai. Cara memainkannya tidak sulit, cukup dengan menggetarkannya hingga mengeluarkan suara. Dulu, angklung kerap digunakan sebagai alat musik utama dalam acara-acara besar, mulai dari syukuran panen padi, khitanan, dan acara-acara lain khas kebudayaan Sunda. Namun, pelan-pelan kesenian Sunda ini mulai ditinggalkan masyarakat seiring dengan semakin berkembangnya daerah Jawa Barat.

Instagram @arras_ya16

Saung Angklung Udjo bertekad untuk mengembalikan alat musik tradisional ini ke masa kejayaannya. Udjo Ngalagena sebagai pendiri saung angklung ini berpegang pada ajaran gurunya Daeng Soetigna, bahwa angklung harus menganut paham 5M: Mudah, Murah, Mendidik, Menarik, dan Massal. Udjo kemudian menambahkan satu lagi unsur M ini dengan kata Meriah. Filosofi inilah yang mendasari pembentukan Saung Angklung Udjo yang memanfaatkan pentas pertunjukan dan partisipasi aktif pengunjung dalam mengenalkan alat musik tradisional tersebut.

Dalam mencapai misi edukasi budaya ini, Saung Angklung Udjo dilengkapi dengan arena pertunjukan, pusat kerajinan bambu, dan workshop membuat alat musik bambu. Jadi, para pengunjung benar-benar bisa mengenal angklung secara mendalam, bahkan sampai ke proses pembuatannya. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa lebih menghargai angklung.

Instagram @biannpratama

Pertunjukan Seni Bambu diadakan setiap hari pada pukul 15:30 dengan durasi kurang lebih satu setengah jam. Pada Sabtu dan Minggu, pertunjukan diadakan dua kali dengan penambahan pertunjukan pada pukul 13:00. Di pertunjukan ini, Saung Angklung Udjo mempersembahkan lagu-lagu tradisional yang dipadukan dengan tari-tarian khas daerah Sunda. Ada pula pementasan wayang golek berupa sandiwara yang sarat akan pesan moral.

Dengan tata panggung, pencahayaan, koreografi, dan kostum yang spektakuler, tidak mengherankan bila saung angklung ini tidak hanya dipenuhi oleh wisatawan domestik tapi juga wisatawan asing. Diiringi dengan musik yang ceria dan energik, para penonton diajak untuk ikut turun ke panggung dan menari bersama. Bahkan di beberapa bagian, penonton akan diminta untuk turut serta memainkan angklung untuk menciptakan suasana yang makin meriah.

Instagram @photodekat

Saung Angklung Udjo juga merupakan tempat produksi angklung. Di sini, Anda juga bisa berkeliling dan melihat langsung proses pembuatan alat musik tradisional ini. Ternyata ada banyak sekali tahapan pembuatan angklung, mulai dari proses pemotongan bambu sampai proses perakitannya yang harus dilakukan dengan saksama. Bila belum puas hanya melihat-lihat, Anda bisa menghadiri workshop pembuatan angklung. Dengan arahan dan bantuan dari para profesional, pengunjung bisa mencoba merakit angklung sendiri. Nantinya, angklung hasil buatan sendiri ini bisa Anda bawa pulang sebagai oleh-oleh.

Saung Angklung Udjo terletak di Jalan Padasuka No. 118, Pasirlayung, Kecamatan Cibeunying. Tempatnya hanya berjarak sekitar tujuh kilometer dari pusat kota Bandung. Untuk mencapainya, Anda bisa mengambil arah ke Jalan Surapati kemudian mengikuti Jalan P.H.H Mustopa hingga tiba di Jalan Padasuka. Saung Angklung Udjo buka setiap hari mulai pukul 08:00 hingga pukul 17:00.

Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik Rp 70.000 per orang di hari kerja dan Rp 75.000 per orang di akhir pekan, sementara untuk anak usia 4-12 tahun tiketnya sebesar Rp 50.000 per orang di hari kerja dan Rp 55.000 per orang di akhir pekan. Anak-anak berusia di bawah empat tahun dibebaskan dari biaya masuk.

Teks: Levana Florentia | Editor: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here