Di Banjarmasin, Bisa Belanja sambil Sarapan di Atas Klotok!

Selama ini Banjarmasin dikenal dengan pasar tradisionalnya yang berada di atas air karena kota yang memiliki julukan Kota Seribu Sungai ini memang dilalui oleh banyak sungai besar dan kecil, seperti Sungai Barito dan Sungai Martapura. Dengan demikian, sungai adalah salah satu bagian terpenting bagi kehidupan warga Banjarmasin.

Pasar Terapung Muara Kuin

Gaduhnya pasar tradisional dengan sesekali terdengar kecipak air dari dayung yang dikayuh nyaris otomatis adalah suasana setiap pagi di Muara Kuin, Banjarmasin. Transaksi jual beli berbagai jenis ikan, sayuran, buah, hingga makanan khas Banjar, seperti Soto Banjar dan Bingka Kentang dilakukan di atas jukung mungil yang hanya muat maksimal tiga orang. Suasana berdesak-desakan antar perahu di Sungai Kuin menjadikan Banjarmasin sebagai daya tarik bagi wisatawan.

Pengunjung harus menyewa klotok (perahu bermotor yang suaranya klotok klotok) untuk perjalanan pulang-pergi dari Desa Alalak. Berjarak sekitar 15 menit jalan darat dari Banjarmasin dan dilanjutkan dengan 10 menit naik klotok, Pasar Terapung Muara Kuin menawarkan pengalaman sarapan yang eksotis dan tak terlupakan. Pengunjung cukup mendekatkan klotoknya ke jukung pedagang kuliner.

Untuk mengoper dagangannya, pedagang yang mayoritas wanita suku Banjar tersebut menggunakan tongkat dengan kaitan kawat pada ujungnya. Bagi yang belum terbiasa, tak jarang barang yang ingin dibeli jatuh ke air!

Sultan Suriansyah mendirikan kerajaan di tepi Sungai Kuin dan Barito pada tahun 1526 yang kemudian menjadi cikal bakal kota Banjarmasin. Di tepian sungai ini pula pusat perdagangan tradisional mulai berkembang.

Selain di Muara Kuin, pasar terapung lainnya terdapat di Lok Baintan yang berada di atas Sungai Martapura. Tapi pasar apung di sini tidak sepopuler Muara Kuin. Mungkin dikarenakan lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota!

Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar terapung ini terletak di Desa Lok Baintan yang berada di Kecamatan Tabuk, Kabupaten Banjar. Untuk menuju pasar ini, naik klotok dari dermaga di depan Kodim dan Kantor Gubernur dengan durasi perjalanan sekitar 40 menit, di mana bila pergi beramai-ramai (satu klotok dapat menampung maksimal 15 orang), klotok dapat dicarter dengan memesan satu hari sebelumnya. Selain klotok, pasar ini juga dapat diakses dengan perjalanan darat naik mobil dari Banjarmasin melewati Jalan Veteran kemudian menuju Sungai Tabuk.

Para pedagang pasar terapung mulai berdatangan setelah salat subuh dan bubar sekitar pukur 09:00, ketika matahari mulai terik, sehingga saat terbaik berkunjung ke sini adalah sekitar pukul 07:00. Karena pasar terapung mengikuti arus sungai, maka semakin siang, pasar akan semakin bergerak ke hilir. Pasar terapung Lok Baintan bukan cuma tempat berbelanja, tapi juga tempat untuk merasakan keramahan masyarakat Banjar. Sepulang dari Lok Baintan, silakan mampir sarapan soto Banjar di tepi sungai yang banyak terdapat di sekitar Sungai Jingah, seperti Soto Bang Amat, Soto Yana-Yani, atau Soto Bawah Jembatan yang terkenal.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here