Bertualang ke Pulau Seram

0
153

Tak percuma jauh-jauh ke Pulau Seram. Sejauh mata memandang, keindahan pantai-pantai di sini mengingatkan akan sejumlah pantai dengan lanskap yang menawan, seperti yang ada di Bora-Bora, negara kepulauan di Samudera Pasifik. Berada di sini, jangan lewatkan sejumlah aktivitas berikut.

Snorkeling

Selain bersantai di tepi pantai yang dibingkai tebing dan bukit, kegiatan yang wajib dilakukan adalah menikmati keindahan bawah laut di Trio Hatu, di mana di sini terdapat tiga tebing yang menjadi titik snorkeling favorit, yaitu Hatu Gurita, Hatu Supun, dan Hatu Pia. Setiap tebing tersebut punya cerita sendiri. Hatu Gurita dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat tinggal gurita raksasa yang hanya bisa dilihat oleh orang yang punya kemampuan khusus. Hatu Supun tidak diketahui asal penamaannya, namun menurut masyarakat dulu di dekat tebing tersebut pernah berdiri sebuah masjid yang hingga kini sering terdengar suara azannya dan siapa pun yang dapat mendengar suara azan tersebut bakal mendapat rezeki. Hatu Pia diambil dari kata “hatu” yang berarti batu dan “pia” yang berarti sagu, karena di sini pernah hidup burung simang-simang yang konon merupakan pemakan pelepah sagu dan burung ini dapat mengeluarkan sagu yang kemudian ditampung masyarakat.

Tiga spot ini memiliki air yang jernih, bahkan hanya dari atas kapal sudah dapat terlihat hamparan terumbu karang yang sehat dan menjadi rumah bagi berbagai biota laut, seperti sea fan, table coral, anemone, clownfish, pipefish, hingga angelfish. Saking jernihnya, jarak pandang bisa mencapai 30 meter jika cuaca sedang cerah. Perairannya pun tenang dengan arus yang tidak terlalu kuat, menjadikan ketiga situs ini sempurna untuk snorkeling, bahkan bagi yang belum pernah mencicipi snorkeling sebelumnya.

Menuju Pulau Tujuh

Bisa dicapai dengan speedboat selama sekitar satu jam dari Desa Saleman tempat Pantai Ora berada atau Desa Sawai, gugusan pulau ini awalnya memang berjumlah tujuh, walau kini tersisa enam akibat abrasi. Bila ingin melakukan snorkeling di sini, perlu ekstra hati-hati agar tidak menginjak terumbu karang yang tajam. Terdiri Pulau Air, Ale’, Besar, Isa’u, Tengah, dan Tua, semua pulau di dalam gugusan Pulau Tujuh tak berpenghuni. Dikelilingi pasir putih yang halus, perairan bening, dan taman bawah air yang masih alami, menghabiskan waktu di sini bisa seharian penuh.

Trekking di Taman Nasional Manusela

Kawasan Taman Nasional Manusela ini dihuni sekitar 115 jenis burung, di mana 14 jenis di antaranya merupakan spesies endemik Maluku, seperti Kakaktua Seram (Cacatua moluccensis), Kesturi Ternate (Lorius garrulous), tengkuk ungu (Lorius domicella), Nuri Ambon (Alisterus amboinensis), dan Beruang Madu Seram Besar (Philemon subcorniculatus). Selain kaya akan flora dan fauna, tempat ini juga kaya akan jeram menantang untuk diarungi sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi rafting. Manusela juga dihiasi lembah, termasuk Lembah Pilianan yang merupakan habitat untuk berbagai macam kupu-kupu dan Lembah Sawarai yang memiliki bebatuan karang yang menawan sehingga membuat taman nasional ini seindah namanya.

Berendam di Mata Air Belanda 

Disebut Mata Air Belanda karena di tempat ini dulu merupakan markas Belanda untuk mengejar pemberontak Republik Maluku Selatan (RMS). Kini bangunan markas tersebut telah hancur dan hanya tersisa fondasinya saja. Mata air ini jaraknya sangat dekat dengan bibir pantai sehingga bisa melihat aliran airnya yang mengalir dan bercampur dengan air laut. Sumber mata air ini dapat diminum langsung, sementara alirannya yang menuju laut dimanfaatkan untuk mencuci pakaian dan tempat bermain air bagi anak-anak warga setempat.

Menyusuri Sungai Salawai

Dari Pantai Ora, Sungai Salawai dapat ditempuh naik kapal selama satu jam dengan pemandangan sepanjang jalan berupa pulau-pulau kecil yang masih alami yang dikelilingi hamparan pasir putih. Merupakan perairan yang terhubung dengan laut, Sungai Salawai yang lebarnya hanya sekitar lima meter ini memiliki perairan tenang yang di sekelilingnya banyak ditumbuhi pohon bakau dan pohon sagu. Bila sedang cerah dan musimnya, selama naik kapal menyusuri sungai akan banyak ditemui kupu-kupu dalam berbagai corak, termasuk kupu-kupu sayap burung yang merupakan spesies endemik Pulau Seram dari genus Ornithoptera. Di tepi sungai juga terdapat tempat pembuatan sagu yang masih dilakukan secara tradisional. Kapal dapat sekaligus membawa para penumpangnya berjumpa dengan penduduk setempat bagi yang ingin melihat proses pengolahan sagu.

Akses: Dari Bandara Pattimura, dapat menggunakan mobil sewaan menuju Pelabuhan Tulehu dengan waktu tempuh sekitar satu jam, dilanjutkan dengan dua jam perjalanan naik kapal cepat menuju Pelabuhan Amahai. Setibanya di pelabuhan, naik mobil sewaan menuju Desa Saleman di tepi Teluk Saleman dengan durasi perjalanan sekitar 2,5 jam. Dari Desa Saleman, dapat menyewa perahu seharga Rp 150.000 per perahu untuk menempuh perjalanan sekitar 10 menit menuju Pantai Ora. Meski harus menempuh perjalanan panjang, rasa lelah bakal lenyap seketika saat melihat keindahannya. Saat terbaik menuju Pantai Ora adalah pada April hingga Agustus, ketika ombak tidak terlalu besar dan kadar kejernihan airnya sedang optimal.

Akomodasi: Di Pantai Ora, hanya terdapat satu akomodasi, yaitu Ora Beach Resort, dengan tarif Rp 1.350.000 per malam untuk cottage yang terapung di air dan Rp 850.000 untuk kamar di tepi pantai. Kapasitas kamarnya untuk dua orang, dan bila lebih, harus menambah biaya untuk extra bed. Karena letaknya terpencil, pengelola resor menyediakan paket makan, yaitu dengan menambah Rp 363.000 per orang, bisa menikmati sarapan, makan siang, makan malam, dan snack dengan kopi atau teh. Tersedia juga paket menginap seharga mulai Rp 7.300.000 untuk dua orang yang sudah termasuk akomodasi 3H/2M, makan, transportasi pp dari/ke Ambon atau Bandara Pattimura, tiket kapal VIP, perjalanan naik kapal ke Mata Air Belanda dan Hatu Supun, serta retribusi Desa Saleman. Karena jumlah kamar yang terbatas, sebaiknya reservasi dari jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. (T. 0911-361970, 081248896616, www.exoticorabeach.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here