Queenstown Akan Berlakukan Pajak Turis

Queenstown Lakes District Council menyetujui keputusan untuk mengadakan referendum dan menguji dukungan masyarakat setempat terhadap pajak wisatawan. Gagasan tentang pajak turis ini sudah ada selama beberapa tahun terakhir di tengah kekhawatiran pembayar pajak Queenstown yang mesti terus menanggung beban biaya infrastruktur.

Bila gagasan tersebut diberlakukan secara resmi, Queenstown akan menjadi wilayah kedua di Selandia Baru setelah Stewart Island yang menerapkan pajak turis.

Dilansir dari Radio New Zealand, seorang pelancong asal Jerman bernama Sophie Klinke mengatakan dia akan mempertimbangkan kembali bila harus membayar ekstra di kota yang biaya hidupnya pun sudah tinggi. Namun ia merasa bahwa pendapatnya belum tentu sama dengan turis lain.

“Bagi orang-orang yang tidak memiliki anggaran perjalanan seperti kami, mereka mungkin berpikir itu adalah ide yang bagus dan mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan ke sana di kemudian hari, tetapi secara umum, saya pikir, itu akan membuat banyak pelancong berpikir ulang untuk berkunjung ke Queenstown,” kata Klinke.

Dia mengatakan bahwa pajak turis akan berdampak besar pada wisatawan dengan anggaran perjalanan rendah. “Ada begitu banyak orang seusia kami yang tidak punya banyak uang, jadi saya pikir (mereka) pasti tidak akan datang ke Queenstown untuk tinggal di Queenstown, namun lebih memilih tinggal di suatu tempat di luar Queenstown di mana harga akomodasinya lebih murah.”

Walikota Queenstown Lakes, Jim Boult, mengumumkan referendum yang tidak mengikat tentang pajak pengunjung tersebut dalam sebuah konferensi media, sebelum para anggota dewan dengan suara bulat menyetujui rencana tersebut.

Tidak ada kota atau distrik lain di negara ini yang memiliki rasio 34 pengunjung internasional per penduduk. “Auckland memiliki rasio satu banding satu dan Christchurch tiga banding satu. Kita tidak dapat menjaga kualitas infrastruktur yang kita miliki,” kata Boult.

Boult mengatakan bahwa nantinya pajak turis Queenstown ini tak hanya terbatas untuk pengunjung internasional, namun juga domestik. “Saya perlu menekankan betapa pentingnya komunitas kami agar terlibat dengan referendum ini,” kata Boult. “Ini adalah kesempatan terbaik kita, mungkin satu-satunya kesempatan kita, untuk mendapatkan dukungan finansial yang kita butuhkan untuk membuat perbedaan pada kualitas hidup bagi kita semua yang tinggal dan bekerja di sini.”

Pajak ini akan terpisah dari International Visitor Conservation and Tourism Levy senilai 35 dolar yang dikeluarkan pemerintah, yang akan diperkenalkan pertengahan tahun ini. Pajak turis Queenstown diperkirakan akan terkumpul antara 25 hingga 40 juta dolar per tahunnya, dan rencananya akan digunakan untuk mendanai tata ruang kota selama 30 tahun mendatang. Referendum ini sendiri diperkirakan akan berlaku mulai akhir tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here