Yadnya Kasada, Agar Dewa Tidak Marah

0
1066

Bila datang ke Bromo pada tanggal 14 bulan Kasada dalam penanggalan Jawa (atau pada 2018 akan jatuh pada 29 – 31 Juni), dapat disaksikan upacara adat Yadnya Kasada Bromo. Ritual ini diawali dengan sembahyang di Pura Luhur Poten pada dini hari, kemudian dilanjutkan berjalan beriringan membawa aneka hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan untuk kemudian dilemparkan ke dalam kawah sebagai persembahan dari suku Tengger kepada Gunung Bromo dan Sang Hyang Widhi. Asal-usul ritual ini bermula dari legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang tak kunjung dikaruniai anak meski telah bertahun-tahun menikah. Setelah bertapa sekian lama di puncak Gunung Bromo, akhirnya permohonan mereka dikabulkan oleh Sang Hyang Widhi dengan syarat anak yang ke-25 harus dilemparkan ke kawah Gunung Bromo sebagai persembahan. Karena terlanjur sayang, pasangan tersebut tidak memenuhi syarat tersebut dan Sang Hyang Widhi pun murka. Langit pun menjadi gelap dan kawah Gunung Bromo mengeluarkan api. Agar kehidupan di Bromo kembali damai, mereka harus memberi sajen kepada gunung setiap tahun dan sejak itulah ritual ini pun terus dilakukan turun-temurun sebagai wujud janji umat Hindu Tengger terhadap Gunung Bromo.

Akses

Cara paling mudah untuk menuju Bromo adalah dengan operator tur yang banyak tersedia di Malang dan Surabaya. Beragam pilihan pun tersedia, mulai paket perjalanan satu hari maupun paket menginap satu malam di homestay dengan tarif mulai Rp 400.000 per orang, belum termasuk tiket masuk taman nasional, yakni Rp 27.500 (turis asing Rp 217.500) di hari kerja dan Rp 32.500 (turis asing Rp 317.500) saat akhir pekan dan hari libur. Perjalanan dimulai dengan naik minibus ke Wonokitri, lalu dilanjutkan naik jip bersama supir yang berpengalaman ke Penanjakan 1, Bukit Teletubbies, Pasir Berbisik, dan Kawah Gunung Bromo.

Akomodasi

Jiwa Jawa Resort Bromo (jiwajawa.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here