Turki 10H/9M

1
785

Sebagai satu-satunya negara yang terentang di dua benua, Turki yang meninggalkan jejak dari berbagai peradaban kuno memang magnet bagi pejalan dari seluruh dunia. Selain dipenuhi lanskap menawan, Turki juga menyimpan kekayaan kuliner yang unik, masyarakat yang ramah, dan budaya yang eksotis sehingga negara ini tak pernah berhenti kebanjiran turis.

Berikut adalah contoh rencana perjalanan selama 10 hari/9 malam yang kami siapkan untuk perjalanan Anda.

HARI 1: JAKARTA – ISTANBUL

Dari Jakarta, terbang menuju Istanbul dengan transit di Doha. Setibanya, langsung menuju hotel untuk istirahat.

HARI 2: ISTANBUL – CANAKKALE

Dari Istanbul, dengan menyusuri sepanjang pantai barat, bersiaplah untuk dibuat terpana dengan peninggalan Romawi dan latar berbagai kisah dalam Alkitab. Konon sebagian dari pantai barat Turki merupakan hadiah pernikahan Mark Antony kepada Cleopatra. Homer atau Homeros, penulis kisah Troya dalam karya epik berjudul Iliad, pun ternyata dilahirkan di Izmir. Selama ratusan tahun, orang beranggapan bahwa Iliad adalah fiksi, dan bahwa Troya (Truva dalam bahasa Turki) tidak pernah ada, hingga di tahun 1863 seorang Inggris bernama Frank Calvert menemukan reruntuhan kuno di Turki barat yang disebut Hisarlık. Reruntuhan yang diyakini sebagai Troya itu kini merupakan situs arkeologi yang populer dan termasuk dalam Warisan Dunia UNESCO.

Walau telah dihancurkan, namun Troya sempat dibangun kembali sebanyak sembilan kali. Reruntuhan yang tersisa tergolong arsitektur modern di zamannya. Troya sendiri dikenal sebagai lokasi Perang Troya yang merupakan penyerbuan terhadap kota Troya yang terjadi antara 1230 dan 1183 SM. Perang ini dipicu oleh Paris yang menculik Helena dari suaminya, Menelaos, Raja Sparta. Penyerbuan ini dilakukan dengan trik meletakkan patung kuda raksasa yang di dalamnya berisi pasukan Yunani sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Pada malam hari, pasukan keluar dari perut kuda kayu dan akhirnya merebut kota Troya. Menurut Homer dan Thucydides, lebih dari seribu kapal dan 150.000 orang turut serta dalam perang yang setara dengan Perang Dunia di zamannya ini.

HARI 3: CANAKKALE – PERGAMON – KUSADASI

Setelah sarapan, perjalanan dilanjutkan menuju Pergamon untuk mengunjungi Asklepieion yang dulunya merupakan pusat medis terkenal, sebelum menuju hotel di Kusadasi untuk bermalam.

HARI 4: KUSADASI – SELCUK – PAMUKKALE

Tujuan pertama di hari keempat ini adalah Ephesus. Kota tua ini terletak di Selçuk, sebuah kota mungil yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kusadasi. Sempat menjadi pusat perdagangan dan agama Kristen, kini Ephesus merupakan sebuah situs arkeologi dan salah satu atraksi wisata andalan Turki.

Salah satu atraksi yang tak boleh dilewatkan di sini adalah Library of Celsus. Dibangun pada awal abad ke-2 Masehi dan merupakan perpustakaan dengan koleksi terbanyak di zaman kuno, kini yang tersisa dari ikon Ephesus ini hanyalah bangunan berlantai dua dengan barisan pilar bergaya Korintus yang tetap menawan.

Dari sini, perjalanan dilanjutkan menuju House of the Virgin Mary. Rumah yang terletak di sebuah taman antara Ephesus dan Selçuk ini diyakini sebagai hunian terakhir Bunda Maria, ibunda Yesus. Situs ini merupakan tempat suci bagi umat Muslim dan Katolik, dan sering dikunjungi wisatawan maupun peziarah. Rumah ini ditemukan berkat deskripsi detail yang diberikan seorang biarawati bernama Anna Katherina Emmerich di akhir abad ke-18. Bagai mendapatkan wangsit, ia menceritakan kedatangan, kehidupan, hingga saat-saat terakhir Bunda Maria di Ephesus—meski ia sendiri belum pernah ke sana dan bukan berasal dari zaman itu. Walau gereja Katolik tak pernah mengesahkan keotentikan rumah tersebut, namun di tahun 1951, Paus Pius XII menobatkannya sebagai situs suci. Misa besar dilakukan di sini setiap 15 Agustus untuk merayakan Bunda Maria diangkat ke surga. Di dalam rumah ini mengalir mata air yang dipercaya bisa menyembuhkan. Kruk dan tongkat yang terlihat di dalam rumah ini sengaja ditinggalkan para peziarah yang telah disembuhkan oleh mata air suci tersebut.

HARI 5: PAMUKKALE – KONYA – CAPPADOCIA

Agenda perjalanan hari ini adalah menikmati Hierapolis dengan berjalan kaki sambil merasakan kebesaran Romawi yang tersisa. Hierapolis memiliki banyak reruntuhan, mulai dari tembok kota, teater, kuil Apollo, pemandian, gerbang, hingga pemakaman. Reruntuhan yang tersisa sebagian besar berasal dari periode Romawi karena di masa sebelumnya, kota tersebut hancur oleh gempa. Kota ini terletak di puncak teras-teras putih yang menawan, dengan panjang 2.700 meter dan tinggi 160 meter. Di jalan utama yang bernama Colonnade, Anda akan menemukan pilar-pilar yang menghiasi area publik, pertokoan, dan pemukiman. Sementara di ujung selatan kota terdapat Gerbang Domitian yang dibangun oleh Julius Frontinus sebagai persembahan kepada Kaisar Domitian.

Setelah puas mengeksplor Hierapolis, lanjutkan perjalanan menuju Cotton Castle. Situs alami sekaligus bersejarah inilah yang membuat Pamukkale menjadi tempat terunik di dunia. Benteng megah berwarna putih dari batu kapur ini oleh panas bumi diubah menjadi stalaktit, lubang, dan katarak. Air di teras-terasnya bukan sembarang air, melainkan air yang mengandung garam kalsium dan karbondioksida. Mengalir dari sumber air panas di Pegunungan Cal, sumber mineral yang terkumpul di sebuah kolam bernama Sacred Pool ini telah menjadi tempat berendam favorit selama ribuan tahun. Bersiaplah untuk melepas alas kaki ketika berjalan-jalan di sini demi menjaga kelestariannya.

Dalam perjalanan ke Cappadocia, singgah dulu di Mevlana Museum yang memiliki koleksi peninggalan Islam aliran sufi dan Sultan Hani Caravanserai yang dulunya merupakan tempat peristirahatan bagi para pedagang dan pengembara.

HARI 6: CAPPADOCIA

Bangun lebih awal dari biasanya karena bakal menikmati keunikan alam Cappadocia dari atas balon yang melayang lembut saat matahari terbit. Perjalanan ikonik khas Cappadocia ini adalah sebuah cara memulai hari yang tak terlupakan. Keranjang berkapasitas 10-30 penumpang yang ditarik balon gas helium dan dikemudikan seorang pilot itu akan terbang melintasi Fairy Chimney, Pigeon House, kebun anggur, dan lembah-lembah dengan formasi bebatuan yang mengingatkan akan permukaan bulan.

Kontur permukaan Cappadocia yang tidak rata dan berbatu-batu akibat letusan gunung api sembilan juta tahun silam membuat warga setempat pada era Hittite (sekitar 2.000 tahun lalu) membuat tempat tinggal di bawah tanah. Terdapat 36 kota bawah tanah, salah satunya Saratli yang terletak sekitar 44 kilometer dari Aksaray. Meski bukan yang terdalam atau yang terbesar, kota bawah tanah yang baru ditemukan dan direstorasi pada 1950 ini memiliki bentuk paling unik karena mengadaptasi arsitektur Romawi. Kedalaman kota ini sendiri mencapai 60 meter dengan aula di tengahnya dan tangga yang menyerupai labirin. Dengan bentuk rumit dan memiliki banyak pintu, kota ini dibangun untuk melindungi penduduknya dari serangan. Dilengkapi sumur, tempat penyimpanan anggur, kamar mandi, lumbung, dapur, dan 40 ruangan, kota bawah tanah ini mengingatkan akan rumah Medusa dalam film Clash of the Titans.

Dari Saratli, perjalanan dilanjutkan menuju Goreme Open Air Museum dengan mampir dulu di Pigeon Valley dan di bawah kaki Uchisar Castle untuk berfoto.

Terletak antara Göreme dan Ulchizar, Pigeon Valley memiliki lubang-lubang di sekujur tebingnya yang dihuni merpati, sementara puncaknya yang mirip kepala jamur terbentuk akibat proses erosi selama ribuan tahun. Sementara Uchisar Castle merupakan titik tertinggi di Cappadocia. Untuk itu, persiapkan stamina untuk mendaki anak tangga dari susunan bebatuan yang mengarah ke kastil yang menyajikan panorama sekitar dengan Gunung Erciyes di kejauhan. Tentu saja, bila datang saat musim dingin, selain cenderung sepi turis, pemandangan juga akan didominasi hamparan salju yang menutupi puncak gunung dan kota di sekitarnya. Kastil ini sendiri memiliki banyak ruangan yang terhubung dengan tangga dan terowongan. Sebagian besar kamar di sisi utara kini digunakan untuk mengumpulkan kotoran merpati yang akan diolah menjadi pupuk alami untuk perkebunan anggur.

Goreme Open Air Museum merupakan sebuah kota kecil berupa hamparan gua batu tempat masyarakat Cappadocia tinggal di masa lalu, di mana di sini terdapat gereja, biara, ruang makan, dan kamar tidur dengan pintu masuk berupa tebing yang dilubangi.

Perjalanan hari ini ditutup dengan menuju salah satu toko di Avanos yang menjual aneka gerabah yang dicat tangan, mulai dari peralatan makan yang fungsional hingga hiasan dinding yang ornamental. Sebelum masuk toko, pengunjung biasanya akan diajak melihat pembuatannya, sekaligus ikut mempraktikkan teknik tradisional yang masih digunakan.

HARI 7: CAPPADOCIA – ANKARA – ISTANBUL

Dari Cappadocia, perjalanan dilanjutkan ke barat untuk menuju Lake Tuz, danau terbesar kedua di Turki; dan Ataturk Mausoleum yang merupakan tempat peristirahatan terakhir dari Mustafa Kemal Ataturk; sebelum kembali ke Istanbul untuk bermalam di sana.

HARI 8: ISTANBUL

Setelah sarapan, mengikuti city tour dengan mengunjungi Hippodrome dan Sultan Ahmed Mosque (Blue Mosque), kemudian ke Hagia Sophia, bangunan indah bekas gereja dan juga masjid yang sekarang menjadi museum; dan Topkapi Palace yang merupakan saksi bisu kemegahan masa Ottoman selama tiga abad. Kemudian kembali ke hotel untuk istirahat.

HARI 9: ISTANBUL

Berada di Selat Bosphorus yang memisahkan benua Asia dan Eropa merupakan pengalaman tak terlupakan. Salah satu cara untuk menikmati momen ini adalah dengan menyusurinya naik feri, lalu menyantap fish sandwich yang dijual diatas perahu khas penuh dengan dekorasi unik sambil mengagumi pemandangan laut yang indah
dan kemegahan Galata Bridge.

Agenda hari ini ditutup dengan berbelanja di Grand Bazaar. Pasar yang memiliki 5.500 toko ini setidaknya membutuhkan 3,5 jam untuk dijelajahi. Walau barang dagangan dari satu toko ke toko lain hampir sama, namun untuk belanja oleh-oleh, di sinilah tempatnya. Bagi yang tak suka belanja, duduklah di salah satu kedai kopi untuk melihat orang berlalu-lalang atau mengamati bapak-bapak yang bermain backgammon.

Puas menentang kantong belanjaan, tibalah waktunya menuju bandara untuk penerbangan kembali menuju Jakarta.

HARI 10: JAKARTA

Dini hari berangkat dari Istanbul dan tiba di Jakarta.

Untuk reservasi paket tur sesuai dengan rencana perjalanan di atas, dapat langsung mengisi formulir pada laman berikut.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here