Singkawang 3H/2M

2
539

Provinsi Kalimantan Barat yang ibu kotanya dilewati garis katulistiwa ini lebih terkenal karena perayaan Cap Go Meh di Singkawang, yang berjarak sekitar 145 kilometer utara Pontianak. Perayaan Cap Go Meh merupakan penutupan Tahun Baru Tiongkok dan di Singkawang, di mana budaya Tiongkok dan Dayak berakulturasi, perayaan ini digelar besar-besaran setiap tahunnya.

Dijuluki Kota Seribu Kelenteng, yang membuat perayaan Cap Go Meh di Singkawang menarik selain karena keberadaan arak-arakan naga dan barongsai, terdapat juga atraksi Tatung atau manusia yang dirasuki dewa-dewa Tiongkok. Tatung dalam perayaan ini jumlahnya ratusan serta datang dari berbagai pelosok Kalimantan. Cap Go Meh Singkawang pernah disebut-sebut sebagai Festival Budaya paling kolosal di Asia Tenggara. Kata Singkawang sendiri berasal dari nama tanaman di hutan tropis yang tumbuh di sekitar tempat ini, yaitu tengkawang.

Bila berencana menyaksikan Cap Go Meh di Singkawang, setidaknya alokasikan tiga hari dua malam untuk mengeksplornya.

HARI 1: JAKARTA – PONTIANAK – SINGKAWANG
Setibanya di Bandara Supadio, Pontianak, langsung menuju Singkawang dengan durasi perjalanan sekitar 3,5 jam. Setibanya di Singkawang, menuju hotel dan check-in.

HARI 2: SINGKAWANG – PONTIANAK
Setelah sarapan, langsung mengikuti perayaan Cap Go Meh untuk menyaksikan arak-arakan naga dan barongsai, serta atraksi tatung. Sorenya kembali ke Pontianak, kemudian check-in di hotel dan melanjutkan sisa hari itu dengan berbelanja suvenir khas Pontianak atau berjalan-jalan menuju sejumlah atraksi wisata di Pontianak.

Kota Khatulistiwa ini belum terkenal sebagai destinasi wisata, walau kotanya multikultur dan memiliki koleksi kuliner unik akibat perpaduan budaya Melayu, Tiongkok, dan berbagai suku pendatang dari seluruh Nusantara. Uniknya lagi, meski kota ini terlahir dari pelabuhan dagang, namun masyarakatnya lebih meyakini kisah legenda sang sultan dengan perempuan jadi-jadianlah yang menjadikan cikal bakal Pontianak.

Beberapa tempat yang tak boleh dilewatkan selagi di Pontianak antara lain Monumen Tugu Katulistiwa di mana tiap 21-23 Maret dan 21-23 September pengunjung dapat menyaksikan fenomena alam yang disebut Titik Kulminasi, Keraton Kadariyah yang merupakan peninggalan Kesultanan Pontianak, Katedral Santo Yoseph Pontianak yang merupakan gereja Katolik terbesar di Asia Tenggara, dan Masjid Raya Pontianak yang merupakan masjid terbesar di Kalimantan Barat.

HARI 3 : PONTIANAK – JAKARTA 
Setelah makan pagi, acara bebas hingga tiba saatnya untuk menuju bandara dan terbang kembali ke Jakarta.

Untuk reservasi paket tur sesuai dengan rencana perjalanan di atas, dapat langsung mengisi formulir berikut.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here