Bersiaplah Terpukau di Enam Tempat Terpencil Ini!

0
279

Ingin menyegarkan pikiran dengan menjauh dari keramaian? Kami hadirkan 10 tempat untuk retreat dan mengenali diri kembali.

Mauritius

“Model of Paradise”, begitulah Mark Twain menyebut Mauritius ketika ia singgah di sini pada akhir abad 19. Terletak sekitar 1.100 kilometer dari Madagascar, pulau bekas sarang bajak laut ini memiliki garis pantai sepanjang 160 kilometer, sehingga tak sulit untuk memilih pantai terpencil yang berbeda setiap harinya untuk sekadar berjemur, berenang bersama lumba-lumba, atau mencicipi selancar layang dan angin. Banyak selebriti dunia yang berlibur atau berbulan madu di Mauritius karena mereka tak khawatir akan dirubung penggemar, berhubung resor-resor mewah di sini menjamin privasi yang ketat. Dikelilingi terumbu karang penghalang (barrier reef) tak terputus terbesar di dunia, pengalaman menyelam di Mauritius konon setara dengan di Maladewa, sementara hutan dan bukitnya dipenuhi hewan langka, seperti kura-kura raksasa dan merpati merah muda yang bertengger di pohon-pohon eboni. Tak hanya itu, siapa pun yang berkunjung ke Mauritius akan dibuat terpesona dengan keunikan kuliner yang merepresentasikan masyarakatnya yang terdiri dari keturunan India, Tiongkok, Prancis, dan Creole yang eksotis.

Sintra-Cascais Natural Park, Portugal

Terbentang dari Pegunungan Sintra hingga kawasan pesisir Cascais, taman nasional ini memiliki lanskap yang beragam. Ada pantai dengan tebing-tebing dan bebatuan karang; danau dan hutan penuh hewan liar; perkebunan anggur di Colares; hingga Cabo da Roca yang disebut penyair Luis de Camoes sebagai tempat di mana “daratan berakhir dan lautan bermula” karena berada di titik paling barat dari Benua Eropa dengan Samudra Atlantik yang terhampar luas. Penyuka geologi pun bakal dimanjakan dengan 11 jalur jejak kaki dinosaurus di tebing selatan Pantai Praia Grande. Saking luasnya, butuh berhari-hari untuk mengeksplor taman seluas 145 kilometer persegi ini. Meski tak jauh dari Lisbon yang merupakan kota terbesar di Portugal dan pesisir Cascais yang ramai turis, Sintra-Cascais Natural Park terlindung dengan baik. Fasilitas di sini memang minim dan tak ada pusat informasi, sehingga tak heran, ia sering luput dari radar wisatawan.

Transylvania, Rumania

Namanya selalu disangkutpautkan dengan Count Drakula, karena memang pada 1897 Bram Stoker menuliskan novel vampirnya karena terinspirasi bangsawan Transylvania bernama Vlad Dracula yang di abad ke-15 terkenal senang membunuh dengan cara mengerikan, yaitu menusuk tubuh dari dubur yang tembus ke mulut dengan besi runcing. Gara-gara novel Bram Stoker, masyarakat Transylvania jengah dengan persepsi dunia yang salah tentang Vlad Dracula, padahal di mata rakyat, ia adalah pahlawan yang dihormati. Karena tak bisa mengelak dari reputasi manusia penghisap darah, Badan Pariwisata Romania kemudian justru menggunakannya sebagai promosi pariwisata. Dikelilingi Pegunungan Carpathian dan hutan-hutan lebat yang terkesan misterius, Transylvania juga memiliki banyak padang rumput luas dengan bunga-bunga liar tempat para gembala berbaju tradisional menggiring ternak. Di antara bangunan-bangunan abad pertengahan yang masih terjaga, sesekali melintas kereta yang ditarik kuda. Perjalanan ke sini memang bagai kembali ke masa lalu, sehingga banyak yang menobatkan Transylvania sebagai satu-satunya kawasan di Eropa Timur yang suasana abad pertengahannya paling autentik. Belum seramai turis seperti di Dubrovnik, Budapest, atau Krakow, hal ini dimengerti karena infrastruktur di Romania memang masih buruk dengan masih banyak jalan berlubang dan jadwal kereta antarkota yang tidak pasti. Namun, bila menyukai suasana pedesaan abad pertengahan yang masih sepi turis, Transylvania layak untuk dikunjungi.

Ithaca, Yunani

Dalam naskah kuno yang ditulis Homer, dikisahkan Odysseus sang raja Ithaca membawa dua belas kapal untuk Perang Troya selama sepuluh tahun. Setelah perang usai, ia mesti berkelana dahulu selama sepuluh tahun lagi sebelum dapat kembali ke rumahnya di Ithaca akibat kemarahan dewa. Tak jarang kisah ini membuat pembacanya pun bertanya-tanya seindah apakah kota ini hingga Odysseus pun rela berjuang dan bertahan dari berbagai bencana yang dilaluinya demi pulang ke Ithaca. Hingga kini, meski hanya 45 menit naik feri dari Kefalonia, infrastruktur di sini belum sebaik destinasi terkenal lain di Yunani, yang berarti selain sepi turis, reruntuhan yang tersembunyi di lembah subur dan perbukitan terjal di tepi laut masih dalam keadaan nyaris tak tersentuh. Cave of the Nymphs yang merupakan landmark utama Ithaca juga siap membuat siapa pun terpesona dengan gua yang dialiri air jernih dengan langit-langit yang disesaki stalaktit. Desa-desa kunonya pun menarik untuk dikunjungi, seperti Vathý yang memiliki pulau mungil bekas penjara dan sanatorium, Stavrós yang memiliki museum arkeologi yang menyimpan koleksi tanah liat dari abad satu, dan Anoyí yang memiliki menhir impresif setinggi delapan meter.

Devon, Inggris

Terletak di barat daya Inggris, Devon terbagi dalam beberapa area yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Exeter, misalnya, sebagian pusat kotanya setua zaman Romawi namun dipenuhi deretan butik dan toko kesayangan para fashionista dunia. Torquay, Paignton, dan Brixham, atau yang berjuluk English Riviera, merupakan tuan rumah sejumlah festival dan ajang olahraga, selain memiliki taman yang diakui UNESCO karena dihuni ekosistem unik. South Devon merupakan desa menawan di tepi pantai yang menyenangkan untuk bersantai di sejumlah bar dan restoran rumahannya. Berjalan-jalan di sini, lanskap akan berganti-ganti antara bukit, padang rumput, dan pegunungan yang menjulang di balik hutan, sehingga tak heran banyak film populer melakukan syuting di sini, seperti War Horse (2011). Rute berjalan kaki dan bersepeda yang direkomendasikan adalah menyusuri Jurassic Coast sepanjang 150 kilometer yang melalui berbagai serakan fosil dan situs prasejarah dari 185 juta tahun lalu.

Munduk, Bali

Terletak di jalan utama yang menghubungkan Danau Buyan dengan Seririt di pesisir utara Bali, Munduk yang berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut ini sejak zaman kolonial Belanda terkenal sebagai tempat untuk menghindar dari panas dan lembapnya Bali. Bangunan peninggalan era kolonial masih ada dan kini rata-rata telah beralih fungsi menjadi penginapan. Cara terbaik menikmati keindahan Munduk adalah dengan trekking menuju berbagai air terjun tersembunyi yang melewati pemandian air panas, serta perkebunan kopi dan kakao. Setidaknya ada 12 rute trekking yang semuanya dirancang I Nyoman Bagiarta dari Puri Lumbung Cottages, dengan beberapa di antaranya dapat dilakukan tanpa pemandu. Namun bila ingin mendengar berbagai kisah menarik tentang Munduk, disarankan menyewa pemandu. Puri Lumbung Cottages juga menawarkan kelas memasak, kelas tari tradisional, dan sesi yoga, sementara Munduk Moding Plantation Nature Resort & Spa yang merupakan satu-satunya hotel berbintang empat di kawasan ini adalah tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam dari infinity pool-nya.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here