Sebelum Berkunjung ke Dubai

• Iklim di Dubai selalu panas sepanjang tahun dengan suhu yang mencapai 40 derajat Celsius di puncak musim panas (Juli-Agustus). Waktu terbaik berkunjung adalah November-Maret, yaitu ketika sedang musim peralihan, sehingga suhu tak terlalu panas dan tak terlalu dingin. Namun tentu saja di bulan-bulan ini Dubai ramai turis, sehingga pastikan untuk reservasi tiket dan akomodasi lebih awal.
• Di luar bulan-bulan tersebut, meski harga hotel dan penerbangan lebih murah, waspadalah terhadap dehidrasi. Hindari melewatkan banyak waktu di luar ruang, terutama di siang hari, dan selalu bawa jaket. Dubai yang dikelilingi gurun selalu lebih dingin di malam hari.
• Di musim panas, kebanyakan orang enggan berada di luar ruang, sehingga mereka lebih suka melewatkan waktu di mal-mal ber-AC dan berfasilitas lengkap. Beberapa mal pun terhubung dengan hotel, seperti Sheraton Dubai yang bisa dicapai dengan lift dari Mall of the Emirates, sehingga tamu bisa dengan mudah mengakses keduanya.
• Bagi warga Dubai, “hari Minggu” mereka jatuh pada Jumat, dengan hari kerja yang berlangsung Minggu hingga Kamis. Karena itu, banyak mal dan restoran paling ramai setiap Jumat.
• Setiap tahun, biasanya antara November-Maret, Dubai diselimuti kabut tebal yang terbentuk saat matahari terbit. Kabut ini hanya terjadi beberapa kali dalam setahun, yang menawarkan objek menarik bagi para penggemar fotografi. Untuk mengabadikan pemandangan ini, bertolaklah ke dekat Burj Khalifa, Dubai Marina, dan Palm Jumeirah.
• Pastikan memesan tiket Burj Khalifa secara online, karena pembelian di konter harganya tiga kali lipat lebih mahal. Karena merupakan salah satu atraksi utama, antrean pun selalu panjang.
• Berbeda dengan kota-kota lain di Uni Emirat Arab yang konservatif, Dubai cenderung liberal dan kosmopolitan dengan hanya sekitar 15 persen saja penduduk asli, sementara sisanya adalah ekspatriat dari berbagai penjuru dunia. Walau begitu, tetap ikuti aturan berpakaian yang ditetapkan agar tidak mengundang perhatian atau bermasalah dengan hukum.
• Selama Ramadan, dilarang makan, minum, atau merokok di depan umum sebelum waktunya berbuka puasa.
• Pemerintah Dubai mengeluarkan lisensi alkohol bagi turis dan ekspatriat non-Muslim. Tanpa lisensi tersebut, tidak diperbolehkan membeli minuman beralkohol. Selain itu, minuman beralkohol juga hanya tersedia di restoran, pub, klub, dan venue privat lainnya yang berlisensi. Bila ingin membawa pulang minuman tersebut untuk oleh-oleh, bisa membelinya di toko bebas bea di Bandara Dubai tanpa menunjukkan lisensi.
• Berpegangan tangan diperbolehkan asal sudah menikah, namun berciuman dan berpelukan di depan umum dianggap melanggar kesusilaan. Bagi pasangan yang belum menikah pun disarankan tidak berbagi kamar hotel.
• Tidak disarankan berdansa di tempat umum, kecuali di ruang privat, seperti rumah, atau di klub berlisensi, serta berkata kasar, meludah, mabuk, dan berperilaku agresif lainnya karena bisa dikenai sanksi hingga enam bulan penjara. Turis juga dilarang menyapa wanita, karena bila mereka terganggu, dapat dilaporkan ke polisi. Selain itu, pastikan bila mengambil foto human interest secara acak, usahakan jangan ada foto wanita di dalamnya, karena bila wanita yang dijadikan objek foto tidak suka, fotografer dapat dikenai denda atau masuk penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here